Tujuh Warga Palestina Jadi Korban Jiwa, Serangan Israel Hancurkan Gudang Bantuan di Gaza

share on:
Tujuh Warga Palestina Jadi Korban Jiwa, Serangan Israel Hancurkan Gudang Bantuan di Gaza

GAZA — Sedikitnya tujuh warga Palestina menjadi korban jiwa dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa, menurut sumber medis setempat. Pada saat yang sama, sebuah gudang yang menyimpan pasokan nutrisi bagi anak-anak, perempuan hamil, dan ibu menyusui dilaporkan hancur akibat serangan Israel.

Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025.

Seorang sumber di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan tiga warga Palestina menjadi korban jiwa dan sejumlah lainnya terluka setelah sebuah rumah di Beit Lahiya, dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, menjadi sasaran serangan pada Selasa.

Sebelumnya pada hari yang sama, serangan pesawat nirawak Israel yang menghantam kerumunan warga sipil menyebabkan seorang pria menjadi korban jiwa di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Tiga orang lainnya dilaporkan terluka.

Koresponden Al Jazeera Arabic Nour Khaled melaporkan tiga warga Palestina lainnya meninggal akibat luka yang mereka alami dalam serangan Israel sebelumnya di Khan Younis.

Dua di antaranya meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan pada Senin, sementara satu orang lainnya terluka dalam serangan sekitar dua pekan sebelumnya.

Gudang Pasokan Nutrisi Hancur

Medical Aid for Palestinians (MAP) mengatakan serangan militer Israel pada malam hingga Selasa menghancurkan sebuah gudang yang menyimpan pasokan nutrisi bagi anak-anak, perempuan hamil, dan ibu menyusui di Gaza.

“Kekuatan ledakan menyebabkan sebagian besar bangunan runtuh, termasuk atap dan dinding, sehingga seluruh pasokan terkubur di bawah reruntuhan,” kata MAP dalam sebuah pernyataan.

MAP menegaskan pekerja kemanusiaan, fasilitas kemanusiaan, serta pasokan yang menjadi tumpuan masyarakat harus mendapatkan perlindungan.

Gudang tersebut dimiliki Ard El Insan (AEI), organisasi kemanusiaan lokal yang bekerja sama dengan MAP untuk mendukung sekitar 60 titik layanan medis. Setiap titik disebut melayani hingga 100 perempuan dan anak per hari.

Menurut MAP, ledakan tersebut meruntuhkan sebagian besar bangunan dan mengubur persediaan di bawah reruntuhan. Seluruh stok yang tersimpan dilaporkan rusak dan tidak lagi layak dikonsumsi.

Koordinator proyek AEI, Sahar Salem, mengatakan hilangnya seluruh persediaan tersebut akan berdampak besar terhadap kemampuan organisasi dalam memberikan bantuan.

“Kehilangan seluruh jumlah pasokan ini merupakan pukulan besar bagi pekerjaan kami dan tidak diragukan lagi akan memengaruhi kemampuan kami untuk menjangkau anak-anak dan perempuan yang membutuhkan layanan ini, terutama mengingat kondisi yang terus mereka hadapi setelah kelaparan,” kata Salem.

“Bahkan dengan adanya gencatan senjata, kondisi di lapangan tetap sangat sulit, dan anak-anak serta perempuan masih sangat membutuhkan dukungan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Salem juga mengatakan dua rekannya telah menjadi korban jiwa dan seorang lainnya terluka sejak perang di Gaza dimulai.

Gaza Hadapi Kekurangan Oksigen

Pada Selasa, pejabat Kementerian Kesehatan Gaza juga memperingatkan memburuknya kebutuhan dasar kehidupan di wilayah tersebut, termasuk kekurangan pasokan oksigen untuk fasilitas kesehatan.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Dr Munir al-Bursh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel terus meningkatkan serangannya dan melanggar perjanjian gencatan senjata.

Ia menggambarkan gencatan senjata tersebut sebagai kesepakatan yang “hadir dalam pernyataan tetapi tidak hadir dalam kehidupan masyarakat di lapangan”.

Menurut Al-Bursh, hanya 12 dari sekitar 34 stasiun oksigen yang masih beroperasi di Gaza.

Ia memperingatkan bahwa kerusakan tambahan terhadap fasilitas tersebut dapat memutus pasokan oksigen bagi pasien yang bergantung pada layanan tersebut.

“Jika pasokan oksigen ini berhenti, orang-orang ini akan meninggal,” katanya.

“Kami tidak ingin mencapai titik ketika seorang dokter dipaksa memilih antara dua pasien, menentukan siapa yang menerima oksigen dan siapa yang dibiarkan tanpa oksigen,” tambahnya.

Serangan Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

Serangan Israel terus berlangsung meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyerukan agar Israel menghentikan serangan di Gaza.

Dalam wawancara dengan Fox News pada 17 Agustus, Trump mengatakan bahwa Israel “seharusnya tidak melakukan serangan di Gaza”.

Trump juga mengatakan bahwa “Hamas telah setuju untuk meletakkan senjata mereka” berdasarkan ketentuan rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat.

sumber: Al Jazeera

share on: