GAZA — Lebih dari 21.500 anak Palestina menjadi korban jiwa sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, sementara 1.244 dari total 1.275 masjid di wilayah tersebut telah menjadi sasaran serangan Israel, menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin.
Kantor tersebut menyatakan bahwa militer Israel secara sistematis menargetkan warga sipil, rumah-rumah, serta tempat ibadah selama perang di Gaza.
Menurut pernyataan itu, sebanyak 1.077 masjid mengalami kehancuran total.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam berlanjutnya serangan terhadap warga sipil, anak-anak, dan tempat-tempat ibadah. Mereka juga mendesak para mediator untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran terhadap gencatan senjata dan mematuhi sepenuhnya kesepakatan yang berlaku.
Dalam pernyataannya, kantor tersebut menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai “genosida”.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali munculnya ancaman Israel untuk meningkatkan serangan terhadap Jalur Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Minggu mengancam akan meningkatkan operasi pembunuhan serta mengevakuasi kawasan permukiman menyusul sejumlah layang-layang yang mencapai wilayah Israel dari Gaza.
Ancaman tersebut disampaikan meskipun militer Israel pada Sabtu menyatakan empat layang-layang yang ditemukan di dekat Gaza tidak mengandung bahan mencurigakan dan tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
Menurut data yang dicantumkan dalam sumber, lebih dari 73.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa dan lebih dari 174.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.
sumber: Anadolu




