Kelompok HAM Palestina: Israel Sembunyikan Nasib Ribuan Tahanan Gaza Selama Tiga Tahun

share on:
Kelompok HAM Palestina: Israel Sembunyikan Nasib Ribuan Tahanan Gaza Selama Tiga Tahun

Gaza – Israel terus, untuk tahun ketiga berturut-turut, menyembunyikan nasib dan keberadaan ribuan warga Palestina yang ditahan dari Jalur Gaza, demikian pernyataan sejumlah kelompok hak asasi tahanan Palestina pada Minggu, yang menuduh otoritas Israel melakukan penghilangan paksa secara meluas.

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, Palestinian Prisoner Society, dan Addameer Prisoner Support and Human Rights Association mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa yang jatuh pada 30 Agustus.

Kelompok-kelompok tersebut menyatakan Israel menahan informasi mengenai nama tahanan, tempat penahanan, dan kondisi kesehatan mereka, sekaligus mencegah kontak dengan keluarga, pengacara, dan organisasi hak asasi manusia. Mereka menggambarkan praktik ini sebagai bentuk sistematis penghilangan paksa yang menciptakan kondisi bagi terjadinya penyiksaan, perlakuan buruk, dan penelantaran medis.

Pernyataan tersebut juga mengecam pembatasan luas terhadap akses ke tahanan Palestina oleh pengacara, Komite Internasional Palang Merah (ICRC), dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Menurut kelompok-kelompok tersebut, tidak ada angka pasti secara keseluruhan mengenai warga Palestina yang ditahan dari Gaza, karena kesulitan dalam mendokumentasikan kasus-kasus serta menentukan nasib para tahanan dan orang hilang. Mereka menyatakan telah melacak kasus-kasus ribuan tahanan Gaza selama tiga tahun terakhir, sementara otoritas Israel kerap menanggapi pertanyaan dengan mengklaim informasi tidak tersedia.

Kelompok-kelompok tersebut menuduh Israel menjadikan tahanan Gaza sebagai objek penyiksaan, perlakuan buruk, dan penolakan perawatan medis, dengan menyatakan bahwa puluhan orang telah menjadi korban jiwa di penjara dan kamp-kamp penahanan.

PBB dan Badan-Badan Internasional Didesak Bertindak

Sedikitnya 53 tahanan dari Gaza yang identitasnya diketahui telah menjadi korban jiwa dalam tahanan Israel sejak Oktober 2023, dari total 99 tahanan Palestina yang diketahui menjadi korban jiwa pada periode yang sama, menurut pernyataan tersebut.

Israel juga disebut menahan jenazah warga Palestina dari Gaza, termasuk para tahanan yang menjadi korban jiwa di penjara dan fasilitas penahanan, menurut kelompok-kelompok tersebut.

Mereka menyerukan kepada PBB dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan guna menentukan nasib para tahanan Palestina, meluncurkan penyelidikan independen atas penghilangan paksa, penyiksaan, dan kematian dalam tahanan, serta mendesak Israel mengembalikan jenazah yang ditahan.

Sejak akhir 2022, Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan jauh, Itamar Ben-Gvir, telah mendorong penerapan kondisi yang lebih keras bagi tahanan Palestina, termasuk pembatasan makanan dan perawatan medis, sementara kelompok-kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel telah mendokumentasikan berbagai tuduhan penyiksaan dan isolasi berkepanjangan.

Sekitar 9.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 94 perempuan dan lebih dari 350 anak-anak, menurut kelompok-kelompok hak asasi tahanan Palestina.


Sumber: Anadolu Ajansı

share on: