Gaza — Serangan Israel yang menargetkan sebuah sepeda di kawasan Sheikh Radwan, Gaza City, pada Senin mengakibatkan korban jiwa satu warga Palestina dan melukai seorang anak dalam kondisi kritis.
Serangan ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan harian Israel di Jalur Gaza serta pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Serangan Beruntun dalam 24 Jam
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 10 warga Palestina dilaporkan menjadi korban jiwa akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza.
Tiga orang menjadi korban jiwa dalam serangan drone yang menargetkan kerumunan warga sipil di Gaza City pada Minggu malam.
Sementara itu, seorang sopir juga menjadi korban jiwa setelah pasukan Israel menargetkan kendaraan PBB yang membawa staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta sebuah bus komersial di Jalan Salah al-Din, Gaza selatan.
Korban diketahui bernama Majdi Aslan (54 tahun), pengemudi kendaraan PBB, yang dinyatakan meninggal setelah serangan tersebut. Seorang staf lainnya dilaporkan mengalami luka.
Serangan ke Permukiman Sipil
Menurut sumber lokal, sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, juga menjadi sasaran serangan pada Minggu.
Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Serangan-serangan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas operasi militer Israel di wilayah Gaza yang telah hancur akibat perang.
Hampir enam bulan sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, serangan Israel masih terus berlangsung tanpa henti, disertai pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel telah melakukan lebih dari 2.070 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Rata-rata pelanggaran yang dilakukan mencapai sekitar 13,1 pelanggaran per hari.
Ratusan Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata
Dalam periode tersebut, pasukan Israel telah mengakibatkan korban jiwa lebih dari 710 warga Palestina, termasuk lebih dari 300 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah mengakibatkan korban jiwa lebih dari 72.000 warga Palestina.



