Sedikitnya 16 Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan Israel Meski Memasuki Transisi Gencatan Senjata Fase Kedua

share on:

Gaza (QNN) — Israel melancarkan serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Kamis (15/01/2026), yang menyebabkan sedikitnya 16 warga Palestina meninggal dunia, sehari setelah Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana gencatan senjata 20 poin yang digagas Presiden Donald Trump.

Menurut sumber-sumber setempat, serangan udara Israel menyasar rumah keluarga Al-Houli di Deir Al-Balah, Gaza tengah, yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia. Di antara korban jiwa tersebut terdapat komandan Brigade Al-Qassam Abu Fouad Al-Houli serta seorang anak perempuan berusia 15 tahun. Sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Militer Israel juga menyerang rumah keluarga Khatib di Kamp Nuseirat, Gaza tengah, yang menyebabkan seorang pria dan istrinya meninggal dunia.

Sebuah pos polisi turut menjadi sasaran serangan pada Kamis malam saat aparat berupaya menangkap kelompok bersenjata yang didukung Israel di Kota Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan satu korban jiwa.

Seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh pasukan Israel di Khan Younis, Gaza selatan, pada Jumat pagi.

Sebelumnya pada Kamis, Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa dua warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di dekat Bundaran Al-Alam, sebelah barat Kota Rafah.

Menanggapi serangan tersebut, Hamas menyatakan Israel telah melakukan “kejahatan baru pada malam ini.” Hamas menilai serangan itu, serta serangan berulang terhadap warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, merupakan pelanggaran terang-terangan dan berulang terhadap perjanjian gencatan senjata.

Hamas menambahkan bahwa serangan tersebut “sekali lagi menegaskan bahwa pendudukan fasis tidak mematuhi kesepakatan dan secara sengaja berupaya menggagalkannya, membuka jalan bagi dimulainya kembali perang genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.”

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa tindakan tersebut “menunjukkan pengabaian terang-terangan penjahat perang Netanyahu terhadap perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan sponsor Amerika Serikat dan dijamin oleh para mediator.”

Serangan-serangan tersebut terjadi sehari setelah Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata Gaza yang diusulkan Trump. Pemerintah AS menyatakan fase pertama telah “menghadirkan bantuan kemanusiaan bersejarah dan mempertahankan gencatan senjata,” meskipun Israel dilaporkan telah melanggar perjanjian tersebut lebih dari 1.200 kali, menyebabkan ratusan warga sipil menjadi korban jiwa serta menghambat masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan ke wilayah tersebut.

Kantor Media Pemerintah Gaza pada Kamis menyatakan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku, sedikitnya 449 warga Palestina meninggal dunia dan 1.246 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza.

Sumber : Quds News Network

share on: