GAZA, Palestina – Empat warga Palestina dilaporkan tewas sejak Senin malam setelah bangunan-bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan udara Israel runtuh di Gaza, seiring badai kuat yang melanda wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh pertahanan sipil Palestina pada Selasa.
Runtuhnya bangunan terjadi akibat hujan deras dan angin kencang yang dipicu oleh sistem cuaca bertekanan rendah yang mulai memengaruhi kawasan itu sejak Senin petang.
Para korban terdiri dari seorang pria lanjut usia, seorang anak, dan dua perempuan. Sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam insiden terpisah akibat runtuhnya rumah-rumah yang retak serta struktur bangunan yang tidak stabil di Kota Gaza, ketika angin semakin kencang sepanjang malam.
Badai tersebut memperburuk kondisi ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dan tinggal di tenda-tenda di seluruh Jalur Gaza. Angin kencang dan hujan lebat sejak malam hari telah menyebabkan ribuan tempat penampungan darurat terendam, robek, dan tercerabut, terutama di wilayah pesisir, menurut keterangan para saksi mata.
Di Gaza bagian tengah, ribuan pengungsi di Kamp Pengungsi Nuseirat terpaksa mencari perlindungan di masjid dan bangunan yang rusak sebagian setelah tenda-tenda mereka roboh atau mengalami kerusakan parah akibat badai, kata para saksi kepada Anadolu.
Militer Israel telah menewaskan lebih dari 71.000 orang—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai lebih dari 171.000 lainnya dalam serangan brutal sejak Oktober 2023 yang membuat Jalur Gaza hancur lebur.
Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan, menewaskan 424 warga Palestina dan melukai 1.189 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
sumber: Anadolu Agency



